Minggu, 31 Juli 2011

Sekilas Jember Pada 1850 - 1900

Pada awalnya Jember merupakan wilayah dari afdeling Bondowoso. Kemudian pada tanggal 9 Januari 1883 keluarlah besluit dari pemerintah tentang ditetapkannya Jember sebagai regentschap yang berdiri sendiri lepas dari afdeling Bondowoso.

Berikut adalah empat De Landbouw yang ada di Jember :

De Landbouw :

Pertama, De Landbouw Maatscappij Soekowono milik Fransen van de Putte.

Kedua, De Landbouw Maatscappij Jelbuk milik Du Ry van Best Holle dan Geertsma.

Ketiga, De Landbouw Maatscappij Soekokerto Ajong milik keluarga Baud.

Keempat, De Landbouw Maatscappij Oud Djember milik Geogre Birnie.

Dan keempat pemilik perusahaan tersebut di atas oleh masyarakat di sekitar wilayah ini dikenal dengan sebutan toean ladju atau tuan lama. Istilah ini diberikan karena mereka dianggap sebagai pengusaha yang merintis penanaman tembakau di wilayah ini.


Untuk para pengusaha yang tergabung dalam model ini (tidak sedari awal) dikenal dengan istilah toean anjar, tuan baru.

Besoekisch Imigratie Bureau (B.I.B) = sebuah perkumpulan para pengusaha yang berfungsi menyediakan tenaga kerja yang dibutuhkan oleh berbagai perusahaan perkebunan pada tahun pertama awal abad XX.

Mereka kemudian mulai membentuk pemukiman secara eksklusif yang berpusat di distrik Jember, yang itu terpisah dengan pemukiman penduduk pribumi. Selain itu juga terdapat kompleks kantor pusat beberapa perusahaan perkebunan partikelir dan kantor pusat Besoeki Proefstation37 serta beberapa kantor pemerintah.

Di tempat ini juga didirikan gedung societeit gebouw yang merupakan pusat pertemuan orang-orang Belanda di Kota Jember. Wilayah pemukiman tersebut berada di jalan protokol kota Jember, yang sekarang lebih dikenal dengan nama jalan Gajah Mada.

Perkembangan tata ruang kota Jember menciptakan suasana kolonial dengan pusat pemerintahan berada di selatan menghadap alun-alun dan bagian barat tempat untuk bangunan masjid kota.

Pada bagian timur atau utara terdapat bangunan tangsi militer atau polisi yang dilengkapi dengan bangunan penjara. Sementara bangunan pasar yang menjadi pusat interaksi sosial ekonomi tergeser ke sebelah barat. Selain itu banyak bangunan rumah milik penduduk di daerah kota Jember yang membangun rumahnya mengacu pada model Eropa.


Beberapa istilah

Departemen BOW (Burgelijke Openbare Werken-sekarang departemen P.U.) - 1900

societeit gebouw = tempat pemutaran film


Ondernemer = sebuah golongan yang yang menjalankan usahanya dengan melakukan sewa tanah kepada para petani setempat, kemudian memberikan para petani bibit serta peralatan guna budidaya tembakau, dan pada akhirnya semua produksi harus dijual kepada golongan ini.

Opkoper = Golongan ini hanya melakukan pembelian tembakau hasil panen para petani tanpa ikatan yang jelas.

Borgen / pedagang perantara = Para pedagang perantara inilah yang kemudian melakukan negosiasi soal harga dengan golongan opkooper. Pada dasarnya para pedagang perantara ini sudah lazim di daerah Madura dan sekitarnya, mereka dikenal dengan sebutan bandol.


Dari berbagai sumber

1 komentar:

  1. [im]http://i218.photobucket.com/albums/cc14/tamasya/rose.gif[/im]

    BalasHapus