J-SPOT. Diberdayakan oleh Blogger.

Oleh oleh khas dari Jember

Ditulis oleh Masbro.

Apa oleh oleh khas dari Jember? Itu yang sering kawan kawan saya (dari luar kota) tanyakan.

Para pembaca Jember Spot, apakah anda tahu apa itu suwar suwir? Baiklah kalau anda belum pernah tahu apa itu suwar suwir, saya akan mencoba menggambarkan secara sederhana untuk anda.

Suwar suwir adalah makanan tradisional yang tumbuh dan berkembang di Jember hingga sekarang. Makanan tradisional ini dibuat dari bahan dasar tape. Tape sendiri terbuat dari bahan dasar singkong yang sudah melewati proses peragian. Bagaimana, apakah anda bingung?


Untuk lebih mudahnya, coba anda bayangkan tentang permen. Nah, seperti itulah sebenarnya suwar suwir. Bedanya, proses pembuatan dan penyajian suwar suwir sama sekali tidak menggunakan mesin dan tidak ada campuran bahan kimia.

Suwar suwir diolah dan dikemas melalui mekanisme yang sederhana. Proses pengemasannya juga masih sangat manual. Biasanya suwar suwir dikemas dengan menggunakan kertas minyak, baru kemudian dibungkus kembali dengan plastik.

Saya harap penjelasan sederhana itu bisa membantu anda untuk lebih mengenal suwar suwir.

Barangkali sebagian dari anda bertanya tanya, kenapa suwar suwir dikatakan sebagai makanan tradisional khas Jember? Bukankah bahan dasarnya adalah tape? Dan bukankah tape sendiri adalah makanan tradisional khas Bondowoso? Tidak adakah makanan tradisional lain yang lebih khas dari suwar suwir?

Para pembaca Jember Spot, Jember adalah sebuah kawasan yang relatif muda. Dibandingkan dengan kota sebelahnya, Bondowoso jauh lebih maju dari Jember. Pada tahun 1798 saja penduduk Afdeling Bondowoso tercatat sudah berjumlah 8000 jiwa. Jumlah ini membengkak menjadi 40.000 jiwa pada tahun 1920. Hal ini dikarenakan banyaknya orang Madura yang migrasi.

Di Afdeling Besuki dan Panarukan juga mengalami gejala yang sama. Dapat dikatakan secara garis besar masa itu Jember masih merupakan daerah unpopulated. Memang sudah ada populasi tetapi masih sangat sedikit Jumlahnya. Untuk tahun 1858 saja penduduk wilayah Jember hanya 21.215 jiwa. Dengan luas wilayah Jember diperkirakan 3.234 kilometer persegi. (Sumber : kumpulan materi dalam Kongres Nasional Sejarah 1996).

Dari data data tersebut saya berkesimpulan, wajar bila kemudian ada akulturasi budaya di Jember, apalagi bila percampuran kebudayaan itu dari wilayah terdekat.

Suwar suwir adalah salah satu dari beberapa produk akulturasi yang memiliki bentuk dan makna berbeda karena telah melewati proses kreatifitas.

Para pembaca Jember Spot, semoga tulisan sederhana ini menjadikan kita lebih mengenal apa itu suwar suwir.



Catatan

Tulisan tentang suwar suwir ini juga pernah dipublikasikan di media online jurnalbesuki.

Penulis dapat ditemui di acacicu dotkom.



6 komentar:

Sofyan mengatakan...

wah nemu blog asli Wong Jember,,mungkin makanan Khas Jember masih belum ada yang tau pastinya,,cuman populernya suwar suwir..ntah gmna untuk melegalkan makanan suwar suwir ini menjadi makanan khas Jember,,apa harus didaftar gitu ya,,

Salam dari Wong Banyuwangi hehehe (macak luar kota Mas)

Sodhung mengatakan...

suwar-suwir??
nama tang unik.. kenapa koq dinamakan suwar-suwir?

Jember Spot mengatakan...

Kang Sofyan, sudah disepakati bersama sama bahwa suwar suwir adalah makanan khas jember. Tentang legalitasnya, masih dalam pencarian info. Kami memang sedang tertarik untuk mencari tahu tentang sejarah kuliner yang satu ini. Terima kasih.

Mas Sodhung, tentang nama itu juga adalah hasil kesepemahaman saja.

Si Ipud mengatakan...

Ipud asli jember neh.... duluk pas masih es de suka makan suwar suwir... tapi gak tauk kalo ternyata ituw makanan khas asli jember. . nah baru pas sma tauknya kalo suwar suwir ituw makanan khas Jember. . . hihihihi...

@Sodhung; nggak nyangka bisa ketemu temen satu kampus disinih... ahhahahaha....

Jember Spot mengatakan...

Ipud jembernya mana?

Iya, orang jember sendiri kadang bingung bila ditanya apa makanan khas nya, apa kebiasaan kolektifnya, dan beberapa hal lainnya. Tidak masalah, yang penting sekarang Ipud sudah ngerti hehe.

Makasih ya udah berkunjung di sini. Wah, lagi reunian apa gimana ini? :)

Masbro mengatakan...

Hmmm, harusnya tulisan ini dikasih judul suwar suwir saja ya, hehe.

Poskan Komentar